Stasiun tvOne dalam rubrik Nama & Peristiwa kemarin jam 23.30 dan hari ini jam 16, menampilkan backspot tentang heroisme Pembela Tanah Air PETA yang dibentuk di zaman pendudukan Jepang. Salah satu komandannya Sodancho Supriyadi melakukan pemberontakan di Blitar. Supriyadi termasuk dalam daftar 60 anggota yang di eksekusi mati. Namun semasa pra kemerdekaan, sering menjadi ajudan Bung Karno dalam pembentukan Panitia Persiapan Pelaksanaan Kemerdekaan. Lalu menghilang untuk menghindari kejaran militer Jepang. Dalam kabinet pertama Republik, beliau diangkat sebagai Menteri Keamanan.
Alkisah, seorang bernama Argayoko,88 yang mengaku sebagai Supriyadi; menuturkan kalau beliau juga punya pedang yang direbutnya dari seorang tentara Jepang.
"Pedang ini saya rebut dari seorang tentara Jepang yang saya bunuh. Ini aseli buatan Jepang. Sedangkan yang diberikan kepada para anggota PETA adalah pedang palsu buatan Bandung dan Tegal."
Ternyata seorang yang hidup di zamannya dan punya hubungan emosi kental dengan pedang Jepang menyebutnya sebagai pedang, bukan samurai. Bentuknya panjang dan kaku. Gituh lho!


0 comments:
Post a Comment